Di HUT Bhayangkara, Sejumlah Tokoh Agama Puji Kinerja Kapolda Papua

SAIRERINEWS.COM – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sarmi Ahmad Mainatu mengatakan HUT Bhayangkara sudah menjadi bagian dari polisi dan masyarakat.

“Kepolisian sangat dekat dengan masyarakat. Artinya, Polisi dan Masyarakat selalu bersinergi,” kata Ahmad.

MENJELANG PILKADA 27 NOVEMBER 2024

Ia pun memiliki harapan untuk kepolisian ke depan lebih baik, sebab selama ini Polri dan masyarakat Sarmi selalu hidup berdampingan sehingga segala persoalan bisa terselesaikan dengan cara damai.

“Ketika polisi itu bijak, maka apabila ada masalah tidak langsung dibawa ke ranah hukum, tetapi lebib dulu diselesaikan secara kekeluargaan dan adat. Kalau tidak bisa diselesaikan barulah di proses ke ranah hukum,” ujarnya.

Ketua Gereja Bethel Indonesia Wilayah Sarmi, Pdt. Hengky Tersumbre menyatakan selaku tokoh agama, ia memberikan apresiasi kepada Kapolda Irjen Fakhiri beserta jajaran karena keamanan dan ketertiban (Kamtibmas) di Sarmi sampai saat ini cukup kondusif.

“Sampai hari ini Sarmi aman-aman saja. Kami berterimakasih untuk kinerja Kapolda Papua berserta jajaran yang selama ini sudah berjalan baik,” kata Tersumbre.

Ia menilai, selama ini Kapolda selalu memberi perhatian kepada organisasi keagamaan.

“Makanya kami sangat berterimakasih. Mungkin pesan saya dalam rangka HUT Bhayangkara ke-78 kalau bapak bisa melaksanakan kebaktian kebangunan rohani (KKR )di kabupaten lain, kami harapkan itu juga bisa dilakukan di Sarmi,” harapnya.

Ia menegaskan, Polda Papua selama dipimpin oleh Kapolda Irjen Fakhiri, situasi keaman di wilayah pesisir pantai Papua cukup kondusif.

“Kalau melihat situasi selama ini, Sarmi adalah salah satu kabupaten yang teraman di seluruh Papua. Itu tidak terlepas dari kepemimpinan Irjen Fakhiri,” katanya.

Tokoh Agama Kabupaten Supiori Utara, Pdt. Rosalina Kabarek mengatakan kebijakan Kapolda Papua sangat luar biasa dan bijak.

“Saya mau bilang, sosok seperti ini yang kami butuhkan saat ini karena beliau sangat bijak dalam mengambil keputusan,” kata Rosalina.

Ia pun berpesan, jadilah imam yang luar biasa dalam rumah tangga dan imam bagi seluruh masyarakat Papua yang ada di atas tanah ini.

“Kebijakan nyata yang sudah ditunjukan beliau adalah penerimaan anggota polisi baru, yang mana masing-masing daerah dibuat kebijakan khusus. Ini kami sangat apresiasi dan doa kami Tuhan terus bersama dengan bapak, Tuhan selalu berikan hikmat dalam menjalan tugas-tugas sesuai kehendak Tuhan,” ujarnya.

Sementara Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Pol Mathius D. Fakhiri menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Papua jika selama ini dalam melaksanakan tugas masih banyak kekurangan yang diberikan, khususnya perlindungan, pengayoman dan pelayanan belum maksimal.

“Itu bentuk keterbatasan kami, namun kami berjanji untuk terus mereformasi diri untuk membawa Polri untuk tetap hadir bersama pemerintah untuk membantu masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang ada di Tanah Papua,” kata Fakhiri.

Meskipun demikian, Irjen Fakhiri menyampaikan terimakasih kepada seluruh personel Polri atas kerja keras dan pengabdian serta perjuangan yang telah dilakukan dalam menjaga kedamaian di Tanah Papua.

“Setiap 1 Juli Polri pasti melakukan evaluasi kinerja. Begitu juga di Papua, saya akan melalukan evaluasi kinerja mulai dari 1 Juli 2023 sampai dengan 1 Juli 2024 dan kami juga akan mendengat harapan masyarakat terkait koreksi yang mereka berikan untuk Polri guna memperbaiki kinerja kepolisian,” tegasnya. (*)

error: Konten dilindungi !!!