18 Kasus HIV/AIDS di Yapen Barat, Pj Bupati Welliam Manderi Ajak ODHA Open Status

SAIRERINEWS.COM – Penjabat Bupati Kepulauan Yapen, Welliam R. Manderi, SIP.,M.Si melakukan kunjungan kerja ke kampung Papuma, distrik Yapen Barat. Kunjungan ini dalam rangka sosialisasi HIV/AIDS dan juga pemberian polio kepada anak balita di kampung Papua dan Moiwani. Minggu, 16/6/2024.

Kepada masyarakat Papua, Pj Bupati bersama dinas Kesehatan mensosialisasikan pencegahan HIV/AIDS tapi juga diskusi langsung bersama elemen masyarakat kampung.

MENJELANG PILKADA 27 NOVEMBER 2024

“Distrik Yapen Barat menurut data terakhir, ada 18 kasus HIV/AIDS. Dari 18 kasus itu, 2 di kampung Papuma. Ini hal yang kami sayangkan, karena di kampung-kampung telah terjadi kasus ini, tugas pemerintah daerah adalah langkah-langkah pencegahan agar mata rantai HIV/AIDS ini bisa diputuskan” kata Welliam Manderi.

Lanjutnya “Mari kitorang semua jaga diri dari HIV/AIDS, anak-anak usia produktif harus jaga diri dan juga orang tua harus tau diri, agar penyebaran HIV/AIDS bisa ditekan dan diputuskan. Untuk yang sudah positif, harus kasih tau ! Jangan malu, dengan kasih tau maka pemerintah melalui dinas kesehatan, tenaga medis dapat memberikan obat ARV agar dapat bertahan hidup” pinta nya.

Sosialisasi kesehatan ini di lakukan oleh tim dari dinas kesehatan dan puskesmas Ansus yang bekerja sama dengan Klasis GKI Yapen barat memberikan sosialisasi di gereja-gereja yang ada di distrik Yapen Barat.

Sosialisasi ini juga di akhiri dengan diskusi langsung pemerintah daerah dan elemen masyarakat. Pj Bupati Welliam R. Manderi bersama Sekretaris Daerah Erny R. Tania, para Asisten dan kepala dinas Kesehatan mendengar dan berdiskusi langsung dengan masyarakat.

Beberapa hal menyangkut kesehatan di diskusikan dan Pj Bupati mendengar langsung aspirasi yang di sampaikan terkait keinginan Puskesmas Ansus ingin membangun puskesmas prototype atau rawat inap, kader posyandu, kader malaria dan juga nasip status honorer/P3K tenaga kesehatan.

Dihadapan masyarakat Papuma, Pj Bupati mendiskusikan dan menerima aspirasi masyarakat. Bersama Sekretaris Daerah dan Kepala Dinas Kesehatan Karolis Tanawani langsung berdiskusi, memberikan tanggapan dan penjelasan kepada masyarakat.

Pj Bupati menyampaikan “untuk puskesmas Ansus menjadi puskesmas rawat inap, kami pemerintah daerah melalui dinas kesehatan minta dengan tegas agar status tanah untuk pembangunan puskesmas harus jelas. Saya 6 bulan menjabat sebagai Bupati banyak tugas saya hanya buka palang dan selesaikan masalah tanah. Pembangunan puskesmas rawat inap, harus lengkap dengan rumah tenaga dokter dan suster – mantri” jawab Pj Bupati.

Pj Bupati Welliam Manderi juga meminta kepada pemerintah kampung agar dapat anggarkan dana kampung dengan baik, termasuk kader-kader kesehatan di kampung sebab masalah kesehatan dan pendidikan adalah hal penting dalam membangun sumber daya manusia Yapen yang cerdas dan unggul.

“Kepada kepala-kepala kampung dan Bamuskam untuk alokasikan dana kampung kepada kader posyandu, kader malaria dengan baik dan benar. Ini harus dilakukan di tingkat kampung, kalau soal tenaga P3K berdoa dan bekerja karena dalam waktu dekat ini, akan di bagikan SK nya” jelas Welliam Manderi disambut tepuk tangan dan ucapan-ucapan terimakasih. (*)

 

error: Konten dilindungi !!!