BMKG Yapen Himbau Waspada Cuaca Ekstrem Hingga Akhir Mei 2024

SAIRERINEWS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kabupaten Kepulauan Yapen mengeluarkan press release terkait perkiraan cuaca ekstrem 23 sampai 29 Mei 2024.

Press release dengan nomor e.B/ME.02.04/11/KZRI/V/2024 menyampaikan Waspada potensi cuaca ekstrem di wilayah Kabupaten Kepulauan Yapen yang dapat mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi (hujan lebat, banjir, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, serta hujan es) pada tanggal 23 – 29 Mei 2024.

MENJELANG PILKADA 27 NOVEMBER 2024

Bibit Siklon Tropis 93W terpantau di Samudra Pasifik utara Papua dengan kecepatan angin maksimum 15 knots, dan tekanan udara minimum 1005 hPa.

Sistem bibit siklon tropis ini cenderung bergerak ke arah Barat Laut dengan potensi meningkat menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan pada kategori Rendah.

Bibit siklon tropis ini membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang memanjang dari perairan utara Papua Utara hingga Samudra Pasifik Timur Filipina dan daerah pertemuan angin (konfluensi) di perairan utara Papua Barat.

Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar bibit siklon tropis dan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut.

Berdasarkan hasil analisa saat ini terdapat daerah konvergensi dan sirkulasi angin tertutup (eddy) di sebelah barat Pulau Yapen.

Pola angin tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di daerah eddy dan konvergensi tersebut.

Hangatnya suhu muka laut di Teluk Cenderawasih juga menyebabkan giatnya pembentukan awan konvektif di sekitar Pulau Yapen.

Kondisi ini menyebabkan potensi cuaca ekstrem hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang di wilayah Kabupaten Kepulauan Yapen.

BMKG Kepulauan Yapen menghimbau kepada masyarakat dan instansi terkait agar senantiasa waspada terhadap potensi cuaca ekstrem selama sepekan ke depan.

Wilayah dengan topografi curam/bergunung/tebing, area bantaran sungai, area dikelilingi pepohonan dan area perairan diharapkan lebih waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang dan gelombang tinggi jika wilayah tersebut terjadi hujan dengan intensitas sedang-lebat dengan durasi waktu yang panjang dan disertai angin kencang.

Serui, 23 Mei 2024

Kepala,

Herald Betah

error: Konten dilindungi !!!