Pantau Pemulangan Massa, Presiden GIDI Minta Maaf atas Semua yang Terjadi Saat Mengantar Lukas Enembe

SAIRERINEWS.COM – Presiden Gereja Injili di Indonesia (GIDI), Pdt. Dorman Wandikbo, S.Th bersama Kapolda Papua Irjen Pol. Mathius D. Fakhiri, S.I.K memantau secara langsung prosesi pemulangan massa simpatisan almarhum Lukas Enembe dari Koya Tengah ke Abepura, Waena, Sentani dan sekitarnya.

Proses ini dimulai dari Kediaman Koya Tengah, melewati Pospol Holtekam Polresta Jayapura, pada Jumat sore (29/12/2023).

MENJELANG PILKADA 27 NOVEMBER 2024

Pdt. Dorman Wandikbo menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang terjadi sebelumnya dan mengucapkan terima kasih kepada aparat keamanan baik Polri maupun TNI yang telah mengawal jalan prosesi pemakaman mulai dari Tiba di Bandara hingga pemakaman.

“Dari Jakarta sampai dengan di Koya, dalam kesempatan ini saya sebagai pimpinan menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya karena kita punya orang tua bapak Gubernur dengan beberapa orang yang menjadi korban dalam pengantaran Lukas dari bandara ke Sekolah Teologia Atas Injili (STAKIN). Itu diluar dugaan kami, pimpinan gereja, maupun pihak keamanan. Kami semua sudah berbicara baik, bagaimana kami bisa melakukannya dengan damai dan aman,” ucapnya dalam rilis yang diterima media ini.

“Kejadian yang terjadi, dan menyebabkan masyarakat menjadi korban baik secara materi maupun rumah yang terbakar di Waena, di luar dugaan kami. Kami telah berupaya untuk menciptakan suasana damai dan aman, karena almarhum Lukas adalah sosok yang mengedepankan perdamaian, sebagai tokoh Pembangunan,” ungkap Pdt. Dorman Wandikbo.

Warga membawa peti jenazah mantan Gubernur Papua Lukas Enembe ke tempat pemakaman, Kota Jayapura, Papua, Kamis (28/12/2023). Peristiwa tersebut diwarnai kericuhan yaitu massa membakar mobil dan menyerang aparat. ANTARA FOTO/Gusti Tanati/rwa.

Pdt. Dorman Wandikbo menyampaikan rasa prihatinnya atas dampak yang ditimbulkan kepada masyarakat yang menjadi korban. Dia berharap agar mereka yang terluka atau dirugikan dalam peristiwa tersebut dapat mendapatkan perawatan yang baik.

“Saya sebagai pimpinan gereja yang juga sebagai tokoh Gereja yang ada di tanah Papua memohon maaf atas tindakan-tindakan yang terjadi. Hal itu di luar kendali kami, kami berusaha memberikan yang terbaik sebagai Tanah Papua, tanah damai,” tuturnya.

Pdt. Dorman Wandikbo menyampaikan doa agar Bapak PJ. Gubernur, Sekda, mahasiswa, dan masyarakat yang menjadi korban dapat mendapatkan pengobatan yang baik. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, termasuk Kapolda, Pangdam, dan seluruh anggota yang terlibat dalam memfasilitasi kendaraan agar keluarga duka dapat kembali pulang dengan aman.

“Kita jaga Tanah Papua sebagai tanah damai. Terima kasih untuk semua pihak yang sudah mendorong kami untuk menjalankan kegiatan ini,” katanya.

Pemantauan langsung pemulangan massa dilakukan agar tidak terjadi konflik horizontal antara orang asli Papua dan masyarakat non Papua yang termakan isu provokatif. (*) / Rilis

error: Konten dilindungi !!!