Transaksi Sex On Line di Serui, Cukup Kronis ! Relawan TIK Minta Orang Tua Aktif Bimbing Anak Bersosial Media

SAIRERINEWS.COM – Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (Relawan TIK) Papua menyampaikan bahwa dalam tahun 2023, perkembangan transaksi sex di sosial media bagi kabupaten Kepulauan Yapen cukup naik seknifikan.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kemajuan internet di tahun 2023, ditemukan banyak kasus dan permintaan advokasi kasus seksual yang naik dari tahun sebelumnya kepada Relawan TIK.

Hal ini disampaikan oleh Relawan TIK Papua cabang Yapen dalam diskusi daring mereka dalam menyusun laporan akhir tahun.

Relawan TIK Wanita (Rewatik) Ebi Torey menyampaikan untuk Kota Jayapura dan Kepulauan Yapen cukup kronis peningkatannya dari tahun sebelumnya.

“Tahun-tahun sebelumnya Relawan TIK mendapatkan laporan dan advokasi kasus-kasus penyebaran foto dan video di sosial media, dari Yapen 18 kasus advokasi, tahun 2023 ini meningkat menjadi 33 advokasi atas penyebaran foto dan video sex. Perempuan terus menjadi korban dan mirisnya lagi anak-anak siswa sekolah juga terlibat transaksi sex.” ucap Eby.

Untuk Yapen lanjut Eby, peran orang tua sangat dibutuhkan. Hp semakin hari semakin berpengaruh, banyak anak-anak habiskan waktu hanya dengan bermain HP. Fungsi kontrol orang tua sangat dibutuhkan di sini. Pemerintah membangun dan perluas jaringan internet ke kampung-kampung tapi kurang sosialisasi internet Sehat, sehingga banyak juga yang jadi korban.

“HP kian hari sebagai status sosial, orang tua yang hidup bercukupan biasanya membelikan HP yang mahal kepada anak-anaknya, tapi kurang pengawasan. Gaya pacaran anak-anak akan bermuarah pada sex dan juga kirim foto, video dan video call sex selalu terjadi. Tak hanya itu, perempuan dewasa juga mengalaminya, sehingga perlu pencegahan dengan kesadaran berinternet sehat” ujar Eby, ketua Relawan TIK Wanita. Sabtu, 23/9/2023 di Jayapura.

Relawan TIK mempersentasikan dampingan kasus yang mereka advokasi, yaitu :

  1. Kota Jayapura : Marak dengan penggunaan aplikasi Michat. Dimana aplikasi ini terjadi transaksi sex bebas di hotel, kontrakan dan kos-kosan. Tapi juga banyak penipuan transferan uang dari aplikasi ini.
  2. Kota Jayapura : Marak juga dengan penggunaan aplikasi Twitter yang menjual foto, video telanjang anak-anak Papua. Twitter menjadi muara akhir penyebaran konten porno dari ancaman dan modus-modus pacaran dari anak-anak Papua.
  3. Kepulauan Yapen : Maraknya penggunaan Facebook dengan mengandalkan pengiriman pesan (inbox) membuat gaya pacaran anak-anak menjadi tak terkontrol. Perempuan sering meminta pulsa internet dengan mengirim foto telanjang mereka. Facebook juga menjadi tempat ancaman dalam percintaan anak-anak muda (kalau ko sayang saya, kitong 2 sex) dan (ko selingkuh dari saya atau ko minta putus, sa sebar ko punya foto-foto ke Twitter biar ko viral) itulah tagline yang sering terjadi pada anak-anak pelajar dalam masa pacaran.
  4. Kepulauan Yapen : Pacaran jarak jauh, sering membuat konten-konten telanjang untuk dikirim pada kekasihnya. Sebegitu terjadi masalah, foto dan vidio disebarkan ! Sudah tersebar, alasan umum yang sering digunakan adalah foto di edit, orang tidak senang dengan saya dan sebagainya.
  5. Kepulauan Yapen : Banyak akun-akun palsu yang minta pertemanan di Facebook dan inbox sampaukan bahwa foto dan video anda sedang disebarkan di Twitter. Jika ingin dibantu atasi, maka segera kirim uang dan pemerasan lainnya.

Kelima hal ini menjadi evaluasi bersama kepada masyarakat. Harapan Relawan TIK agar dapat dilibatkan dalam program-program Pemerintah dan unsur masyarakat lainnya agar Relawan TIK dapat memberikan sosialisasi dan edukasi tentang pencegahan dan internet Sehat. (*)

Penulis: Alldo MooyEditor: Cindi Maselina
error: Content is protected !!