YAPEN ! Kurang Ruang Kelas, Siswa SD Wanampompi Belajar di “Pondok”

Tak hanya kurang ruang belajar, sekolah ini kerap dipalang oleh pemilih hak ulayat, untuk itu guru dan orang tua siswa berharap adanya perhatian dan tindakan pemerintah daerah untuk melihat hal ini

SAIRERINEWS.COM – Sekolah Dasar Wanampompi kembali menjadi menarik perhatian publik kabupaten Kepulauan Yapen, pasalnya SD yang terbangun 3 ruang kelas ini tidak mampu menampung semua siswa, hingga sebagian siswa harus belajar di pondok darurat yang dibuat.

SD Wanampompi yang berada di distrik Angkaisera, kabupaten Kepulauan Yapen ini terus berambah siswanya, sehingga kebutuhan ruang kelas menjadi kebutuhan mereka.

Dengan terusnya berjalan tahun ajaran, bangunan sekolah dengan 3 ruangan ini dibagi menjadi 2 ruang belajar dan 1 ruang guru sudah tidak cukup lagi.

Postingan seorang pengajar di SD Wanampompi di sosial media Facebook, menarik perhatian netizen. Yang mana dalam postingan tersebut berisikan foto-foto aktifitas belajar mengajar mereka di dalam pondok yang terbuat dari terpal dan daun sagu.

Media sairerinews.com mendapat laporan bahwa sekolah ini menjadi kebutuhan untama untuk menjawab kebutuhan pendidikan dasar untuk masyarakat kampung Wanampompi sekitarnya, namun sekalipun menjadi kebutuhan pokok tapi sekolah ini kerap sekali mendapat pemalangan oleh pemilik hak ulayat.

Seorang guru yang enggan menyebutkan namanya ini mengatakan bahwa “kami berterimakasih kepada mantan Bupati Tonny Tesar yang mana waktu itu membangun SD Wanampompi ini. Kehadiran sekolah ini menjawab kebutuhan masyarakat kampung, namun waktu terus berjalan, tahun ajaran bertambah, siswa-siswi pun bertambah, hingga ruangan tidak cukup lagi” ujarnya, Selasa 19/9/2023.

Tak hanya kurang ruang belajar, sekolah ini kerap dipalang oleh pemilih hak ulayat, untuk itu guru dan orang tua siswa berharap adanya perhatian dan tindakan pemerintah daerah untuk melihat hal ini.

Sementara itu, meddia sairerinews.com beberapa hari lalu telah mendapat klarifikasi dari dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kepulauan Yapen, terkait beberapa permasalahan sarana prasarana pendidikan di Yapen.

Kepala Dinas Drs. Zakarias Sanuari, MM menjelaskan bahwa “Untuk SMA Negeri Marau, SMA Negeri Randawaya, SMA Negeri Menawi, dan SMA PGRI Dawai yang sekian tahun merana, tahun ini dibangun masing-masing 3 Ruang Kelas Baru.” jelasnya.

“Kami juga telah usulkan dan telah disetujui Pj. Bupati dan Sekda selaku Ketua TAPD beberapa sarana prasarana pendidikan yang menurut kami perlu segera dibangun/direhab termasuk SD Negeri Warabori dan meja kursi belajar SMA Negeri Marau” jelas Sanuari.

Sanuari berharap didukung penuh oleh sidang DPRD tentang APBD Perubahan Tahun 2023, karena pembangunan sarana prasarana pendidikan selalu dilakukan sesuai prosedur dan mekanisme sesuai aturan yang berlaku.

“Saya berharap, masyarakat Yapen bersama pemerintah mendukung pendidikan agar pendidikan kita dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan anak-anak yang cerdas. Tanpa dukungan semua pihak, pendidikan di Yapen tidak bisa maju” tutup Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kepulauan Yapen, Drs. Zakarias Sanuari, MM. (*)

 

error: Content is protected !!