Mediasi Sebagai Alternatif Penyelesaian Perkara Pidana

Ernawati Zubaidah, S.H

Efektifitas Mediasi yang di maksudkan dalam menyelesaikan perkara pidana Dapat bervariasi tergantung pada sudut pandang dan konteks hukum negara tertentu.

Berikut adalah beberapa argumen yang mendukung efektivitas mediasi sebagai alternatif penyelesaian perkara pidana:

1. Mengurangi Beban Peradilan: Dengan mengalihkan beberapa perkara pidana ke mediasi, sistem peradilan pidana dapat mengurangi beban yang berat di pengadilan, memungkinkan penyelesaian cepat dan lebih efisien untuk beberapa jenis perkara.

2. Restoratif daripada Retributif: Mediasi menekankan pendekatan restoratif, di mana korban dan pelaku dapat berkomunikasi untuk mencapai kesepakatan yang memperbaiki akibat peristiwa kejahatan. Hal ini dapat memfasilitasi pemulihan korban dan memungkinkan pelaku untuk memperbaiki kesalahan mereka.

3. Memberikan Kepuasan bagi Korban: Dalam beberapa kasus, korban mungkin merasa puas jika mereka dapat berpartisipasi aktif dalam proses mediasi dan memiliki peran dalam menentukan hasilnya.

4. Pencegahan Kriminalitas Berulang: Mediasi dapat membantu mencegah terjadinya kriminalitas berulang dengan menyadarkan pelaku akan akibat tindakan mereka dan membantu mereka menghindari perilaku serupa di masa depan.

Namun, di sisi lain, ada juga beberapa kritik terhadap efektivitas mediasi sebagai alternatif penyelesaian perkara pidana:

1. Tidak Cocok untuk Semua Kasus: Mediasi mungkin tidak sesuai untuk kasus-kasus yang melibatkan kejahatan berat atau kekerasan yang serius, di mana keadilan atau hukuman mungkin lebih diutamakan daripada rekonsiliasi.

2. Ketidakseimbangan Kekuasaan: Dalam mediasi, terdapat risiko bahwa korban atau pihak yang lebih lemah secara sosial atau ekonomi merasa terpaksa menerima penyelesaian yang tidak adil atau tidak memadai.

3. Meniadakan Sanksi Publik: Proses mediasi seringkali bersifat pribadi dan tidak terbuka untuk umum, yang dapat menimbulkan masalah transparansi dan menghilangkan efek jera dari sanksi publik.

4. Pelaksanaan yang Konsisten: Efektivitas mediasi membutuhkan sistem yang baik untuk memastikan bahwa kesepakatan yang dicapai benar-benar ditepati oleh para pihak.

Secara keseluruhan, efektivitas mediasi sebagai alternatif penyelesaian perkara pidana sangat tergantung pada pengaturan hukum, dukungan dari sistem peradilan, dan kemauan semua pihak yang terlibat untuk berpartisipasi secara aktif dan jujur.

Dalam kasus yang tepat, mediasi dapat menjadi alat yang efektif untuk mencapai keadilan restoratif dalam konteks perkara pidana.

Rubrik : Opini

error: Content is protected !!