2 Korban Terseret Banjir Kali Mantembu “Masyarakat Diminta Proaktif Mencari Korban”

SAIRERINEWS.COM – Sabtu kemarin, 8/7/2023 warga kampung Yapan dan Mantembu digemparkan dengan kabar 5 orang masyarakatnya yang sedang berkebun tertimpa banjir.

Hujan yang lebat di hulu (kepala air) kali Manainumi atau yang dikenal dengan kali Mantembu ini, mengakibatkan banjir yang tidak di duga-duga oleh masyarakat yang berkebun di bantaran kali Mantembu.

MENJELANG PILKADA 27 NOVEMBER 2024

“Banjir datang tiba-tiba, saya tahan badan di pohon. Kami ada 5 orang, Mama menyelamatkan kita 3 menyeberang, sedangkan mama dan adik perempuan terbawa banjir” tutur salah satu anak yang selamat.

Pemuda kampung Yapan, Marselina Cindi Wayeni

Pemuda kampung Yapan, Marselina Cindi Wayeni, mengaku turut prihatin atas kejadian yang menimpah keluarga Rawai-Merani dan meminta semua pihak, baik masyarakat, TNI/Polri dan Pemerintah untuk proaktif melihat setiap kejadian kemanusiaan yang terjadi di Yapen termasuk kampung Yapan, distrik Anotaurei.

“Selaku pemuda saya turut prihatin atas kejadian ini, saya meminta kepada semua keluarga dan masyarakat yang ada sepanjang kali atau sungai Manainumi yaitu masyarakat kampung Yapan,  Anotaureri hingga Rerami dan Mariadei untuk proaktif memberikan informasi jika mendapat Ibu Merani dan anak Perempuan yang terseret banjir” pintah Cindi Wayeni.

Cindi Wayeni mengatakan, banjir yang menyeret korban ini cukup jauh dari pemukiman warga. Sehingga ke 3 anak yang selamat, harus berjalan kaki turun ke kampung barulah memberitahukan bahwa Ibu dan anak perempuan mereka terseret banjir.

“Banjir di atas, di kepala air. 3 anak yang selamat ini harus berjalan turun ke kampung barulah memberitahukan informasi ini. Untuk jalan dari atas ke kampung, juga harus menyeberang kali, sehingga informasi terlambat diketahui oleh keluarga dan masyarakat kampung. Sehingga kami mohon informasi dari semua pihak, baik lewat Facebook, Grup WhatsApp dan sebagainya agar dapat membantu keluarga korban.

Informasi yang dihimpun, korban 2 orang yang masih dalam proses pencarian keluarga dan masyarakat ; Fitria Merani (37 Tahun) dan anaknya Sara Rawai (9 tahun).

Keluarga, Masyarakat, Aparat kampung dan kepolisian serta tim SAR sudah ada dilokasi dan masih terus melakukan koordinasi dan pencarian. (*)

error: Konten dilindungi !!!