Gempa 6,2 Guncang Kabupaten Keerom

SAIRERINEWS.COM – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,2 mengguncang wilayah Kabupaten Keerom, Papua dan sekitarnya, Senin (3/7/2023) sekitar pukul 9.51 WIB.

Berdasarkan keterangan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui laman resminya di Twitter, gempa berpusat pada koordinat 3.71 Lintang Selatan dan 140.25 Bujur Timur.

MENUJU PEMILU 14 FEBRUARI 2024

Pusat gempa itu berada di darat pada jarak 69 kilometer arah barat daya Keerom dengan kedalaman 33 kilometer. Gempa dirasakan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan dengan skala III MMI dan Jayapura, Papua, dengan skala II-III MMI.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M6,0. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 3,78┬░ LS ; 140,19┬░ BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 79 Km arah Barat Daya Keerom, Papua pada kedalaman 10 km.

Jenis dan Mekanisme Gempabumi:
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser ( strike-slip ).

Dampak Gempabumi:
Gempabumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Wamena, dan Sentani dengan skala intensitas III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu ) dan daerah Jayapura dengan skala intensitas II – III MMI ( Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang ). Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI.

Gempabumi Susulan:
Hingga pukul 10.05 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan ( aftershock ).

Rekomendasi:
Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah.