Libatkan Dua Kepala Dinas, Jumat Curhat Polres Kepulauan Yapen Dengarkan Keluhan Masyarakat Sarawandori

SAIRERINEWS.COM – Menindak lanjuti hasil pertemuan jumat curhat beberapa waktu lalu terkait tentang keluhan TPA dan pengembangan lokasi wisata Sarawandori, Polres Kepulauan Yapen melalui Sat Binmas kembali melaksanakan jumat curhat bersama masyarakat Kampung Sarawandori dengan melibatkan Kepala Dinas Pariwisata dan Kepala Bidang Lingkungan Hidup. bertempat di lokasi wisata Karopai kampung sarawandori Distrik Kosiwo. Jumat (24/3/2023)

Hadir dalam jumat curhat, mewakili Kapolres Kepulauan Yapen diwakili oleh Kabag Ops Polres Kepulauan Yapen, beberapa PJU Polres Kepulauan Yapen, Kepala Kampung Sarawandori, Kepala Kampung Sarawandori II, pengelola tempat wisata Karoai serta masyarakat.

MENJELANG PILKADA 27 NOVEMBER 2024

Dalam arahan Kabag Ops Kompol Lintong Simanjuntak mengatakan, tempat ini sangat indah dan berpotensi sebagai tempat wisata, semoga dengan kehadiran Kepala Dinas Pariwisata saat ini dapat menjawab pertanyaan dan keinginan masyarakat di sekitar lokasi ini juga pada keluhan masyarakat terkait dampak dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah.

“ekologi untuk ekowisata tentunya tidak terlepas dari visual dan tata ruang juga kebersihan, dalam hal ini kami juga sudah mengajak kepala dinas terkait untuk menjawab curahan hati masyarakat demi terjaganya kesehatan dan majunya wisatawan di sarawandori yang selama ini selalu di keluhkan dengan adanya TPA di sekitar pemukiman”.ujarnya sekaligus menyampaikan pesan-pesan kamtibmas.

Kepala Desa Sarawandori II Bapak Mikael Karubaba, menyampaikan terimakasih serta apresiasi kepada pihak Kepolisian di mana sudah dapat menghadirkan secara langsung Kepala Dinas Pariwisata dan Lingkungan Hidup sebagai jawaban atas Curhatan masyarakat selama ini.

“kami berharap dan memohon agar imbas dan dampak negatif dari sampah yang masyarakat Sawandori terima saat ini dapat di lihat dan di ambil langkah oleh dinas terkait secepatnya. selain polusi, lalat dan pencemaran sumber air yang selama ini di konsumsi masyarakat kita juga memghadapi terancamnya ekologi wisata karna TPA ini

Hal lain di sampaikan oleh pengelola tempat Wisata Karopai Andy Leo Karubaba yaitu mewakili pemuda kampung juga sebagai pengelola tempat wisata sudah sepakat, apabila sampai waktu seminggu ke depan tidak dan belum ada tanggapan atau upaya terkait TPA ini maka akan melakukan penutupan paksa TPA (palang).

“sudah jelas dampak negatif dari TPA yang tidak di kelola secara baik, terkait lokasi kami yang berpotensi sebagai lokasi wisata, kami mohon agar pihak terkait tidak terus menutup mata, karna sejauh ini kami merangkak sendiri tanpa perhatian berarti dari pihak terkait”.tegas Andy Leo.

error: Konten dilindungi !!!