Di HUT 113 : Pemkot Jayapura Luncurkan “Kartu Numbay Pintar” Biayai Pendidikan Anak Port Numbay dan OAP

Penjabat Wali Kota Jayapura, Frans Pekey, saat berfoto bersama siswa penerima manfaat program Kartu Numbay Pintar usai upacara HUT ke-113 Kota Jayapura, Selasa (7/3/2023). - Jubi/Ramah

SAIRERINEWS.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua, menanggung biaya pendidikan anak asli Port Numbay dan anak orang asli Papua (OAP) melalui Program Kartu Numbay Pintar.

Kartu Numbay Pintar berupa uang tunai guna perluasan akses dan kesempatan belajar dari Pemkot Jayapura kepada peserta didik yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kota Jayapura Debora Rumbino mengatakan penerima manfaat Kartu Numbay Pintar di tingkat sekolah dasar (SD) total 140.91 siswa, yang terdiri atas 1.891 anak asli Port Numbay dan 12.200 anak orang asli Papua (OAP) umum.

“Untuk jenjang SMP sebanyak 717 siswa putra asli daerah Port Numbay dan 5.941 siswa putra asli daerah umum dari total 14.432 siswa. Jenjang SMA ada 320 siswa Port Numbay dan 210 siswa SMK Port Numbay serta 677 siswa putra asli daerah umum,” ujarnya.

Bantuan dari program Kartu Numbay Pintar ini akan diberikan menjelang tahun ajaran baru 2023/2024 pada Juni 2023, bekerja sama dengan Bank Papua, yang disalurkan melalui satuan pendidikan.

“Dana Otsus tahun 2023. Dana setiap jenjang pendidikan berbeda-beda, untuk SD sebesar Rp7,5 miliar, SMP Rp5 miliar, dan SMA/SMK masing-masing hampir mendapat Rp1 miliar. Dana ini untuk satu tahun anggaran 2023,” jelasnya.

Penjabat Wali Kota Jayapura, Frans Pekey, mengatakan pendidikan merupakan salah satu program prioritas untuk membangun sumber daya manusia putra asli daerah yang kompetensi, profesional, dan berdaya saing.

“Gunakan bantuan yang sudah diberikan agar menambah semangat belajar dan terus berprestasi, berinovasi, dan kreatif dalam pembelajaran agar menjadi generasi yang sukses ke depannya,” ujarnya.

Pekey berharap kepada setiap jenjang pendidikan untuk memberikan pendampingan dan pengawasan, sehingga dana yang diberikan tepat guna dan tepat sasaran demi membangun pendidikan yang lebih baik.

“Kota Jayapura sebagai barometer pendidikan di Tanah Papua tapi bukan soal barometernya tapi bagaimana menjadikan peserta didik memiliki kualitas pendidikan dan akhlak yang baik untuk bekal masa depannya,” jelasnya. (Jubi)

 

error: Content is protected !!