Liga 2 Dihentikan ! Persipura Sebut Erick Thohir “Sama Saja Dengan Pemimpin PSSI Sebelumnya”

SAIRERINEWS.COM – Liga 2 akhirnya dihentikan, hal ini membuat Persipura Jayapura kecewa. Manajer Persipura Jayapura, Yan Mandenas, mengaku sangat kecewa atas hasil sarasehan PSSI yang tetap tidak melanjutkan kompetisi Liga 2 musim 2022/2023.

Yan Mandenas menganggap Erick Thohir tidak mampu menepati janji usai terpilih sebagai Ketua Umum PSSI. Bahkan, Erick Thohir dianggap sama seperti pemimpin-pemimpin sebelumnya.

Yan Mandenas pesimistis terhadap Erick Thohir yang kabarnya bakal melakukan reformasi besar-besaran di tubuh organisasi induk sepak bola Tanah Air ini.

Menurutnya, keputusan untuk menghentikan kompetisi Liga 2 ini tidak masuk akal dan merugikan klub-klub peserta yang telah mengeluarkan biaya besar.

Selain itu, Yan Mandenas juga menilai, PSSI era Erick Thohir tidak mengindahkan hasil pertemuan terakhir klub dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) yang memberikan rekomendasi Liga 2 tetap dilanjutkan kembali.

“Erick Tohir sudah inkonsisten terhadap keputusan yang telah diambil. Kami sangat kecewa karena sudah banyak berkorban dan menghabiskan biaya untuk mengikuti kompetisi Liga 2 musim ini,” kata Yan Mandenas melalui keterangan persnya, Senin (6/03/2023).

Dengan hasil sarasehan tentang penghentian Liga 2, maka secara otomatis kompetisi Liga 1 tetap berjalan tanpa degradasi. Hal ini pun menjadi sorotan bagi Yan Mandenas.

Pasalnya, keputusan ini juga telah mencederai aspek sporting merit dalam kompetisi sepak bola Indonesia. Padahal, Yan Mandenas menyebut, 15 klub Liga 2 sepakat ingin dilanjutkan.

“Musim ini target Persipura adalah kembali ke Liga 1. Kami berusaha mempersiapkan tim dengan baik untuk mencapai tujuan tersebut, namun dengan seenaknya PSSI membuat keputusan yang sesuai selera mereka,” keluhnya.

Yan Mandenas juga melanjutkan, PSSI melalui operator kompetisi PT LIB masih mempunyai utang subsidi yang kini belum dibayarkan kepada klub-klub Liga 2. Ia mengatakan, utang itu sudah dijanjikan sejak kepengurusan yang lama.

“Janji-janji manis untuk melunasi hutang tersebut sejak pengurus lama hingga baru juga belum ditepatinya,” pungkasnya. (*)

error: Content is protected !!