Doren Wakerkwa “Keerom Lumbung Ekonomi” Petani Kakao Harus Diberdayakan

SAIRERINEWS.COM – Asisten 1 bidang pemerintahan setda provinsi papua , Doren Wakerkwa kembali menghadiri Kegiatan yang di lakukan pegiat pertanian di kabupaten keerom, pada Senin, (6/2/2023) kemarin di kampung Asyaman.

Dalam kesempatan tersebut, Doren Wakerkwa, selaku Asisten 1 bidang pemerintahan Setda provinsi Papua menegaskan Keerom merupakan daerah yang dengan se gudang hasil bumi yang selama ini menunjang perekonomian di Provinsi papua, oleh karena itu dirinya minta agar mari bersama membangun dan meningkatkan pertanian di Keerom untuk kesejahteraan ekonomi masyarakat.

BACA JUGA : Silatuhrahmi Dengan Patani Cabai di Pir I Keerom, Doren Wakerkwa Bahas Inflasi

Dirinya menambahkan akan mendorong pemerintah daerah melalui provinsi Papua untuk memperhatikan kebutuhan-kebutuhan menyangkut pertanian di kabupaten Keerom, khususnya kakao dan sebagainya. guna keluhan masyarakat terkait pembudidayaan kakoa dipenuhi sehingga stabilitas ekonomi daerah semakin meningkat dan kesejahteraan masyarakat pun terjadi.

Sebelumnya, Doren juga telah menyentuh petani lainnya dalam kegiatan yang sama. Kepada masyarakat petani Cabai di kampung Yanamaa Pir I Doren menyampaikan bahwa saat ini inflasi menjadi ancaman serius bagi pemerintah daerah.

“Inflasi merupakan kondisi ekonomi yang diakibatkan terjadi kenaikan dari harga barang dan jasa di suatu negara dalam jangka waktu panjang,  biasanya disebabkan oleh ketersediaan barang dan uang yang beredar tidak seimbang, misalnya hari ini harga barang naik tapi penghasilan tetap, nah ruang inilah yang harus dikontrol oleh pemerintah” jelasnya.

BACA JUGA : Jumpa Petani Pir 1 Keerom, Doren Wakerwa Ajak Petani Tekan Laju Inflasi Daerah

Menurut Wakerkwa bahwa hari ini dirinya menjumpai adanya lahan baik berupa hutan primer, maupun hutan produksi dalam bentuk tanaman perkebunan yang dirubah menjadi lahan jagung untuk menjadikan kawasan food estate, menurutnya ini kurang tepat disaat kita diharuskan bersiaga terhadap ancaman inflasi, alangkah baiknya lahan tersebut dipakai dari kepemilikan masyarakat yang ada di Keerom.

“Jika kita lihat hampir rata-rata kepala keluarga di Keerom memiliki minimal 1-2 Hektare lahan, kalau lahan petani yang kita manfaatkan sebagai lokasi food estate maka akan menghasilkan income bagi keluarga dan dengan demikian kita bisa menata kondisi ekonomi daerah dan berdampak pada kebijakan mitigasi terhadap inflasi daerah” tutur Doren. (*)

error: Content is protected !!