Masyarakat Kota Jayapura “Diharapkan Tidak Termakan Isu Tsunami yang Berlebihan” Ini Penjelasan BMKG Maritim

Kondisi Air Laut Surut di Pantai Dok 2 - Kota Jayapura (ist) 3/1/2023

SAIRERINEWS.COM – Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah V Jayapura mencatat gempa tektonik berkekuatan 4,9 SR terjadi pada Senin (2/1/2023) subuh pukul 03.24 WIT kemarin.

Gempa itu berlokasi di 2.58  Lintang Selatan (LS) – 140.67 Bujur Timur (BT) atau 13 kilo meter timur laut Kota Jayapura, dengan kedalaman 10 kilometer dirasakan IV MMI Kota Jayapura.

Kepala BBMKG Wilayah V Jayapura, Yustus Rumakiek melalui rilis pers yang diterima, Senin kemarin, menjelaskan  berdasarkan hasil monitoring BMKG, hingga pukul 17.00 WIT telah terjadi 71 kali gempa susulan, delapan di antaranya dirasakan oleh masyarakat.

Lanjut dia, baik gempa bumi utama maupun susulan yang terpantau tidak berpotensi tsunami.

Dari evaluasi kejadian gempa bumi susulan per tiga jam, pola kejadian gempa bumi susulan cenderung mengalami penurunan frekuensi terjadinya.

Yustus mengimbau kepada masyarakat tidak perlu takut dengan gempa susulan. Terjadinya gempa susulan adalah proses untuk mencapai titik keseimbangan baru pasca terjadinya gempa bumi dan lazim terjadi pada gempa-gempa besar.

Sementara itu, adanya infomasi yang menghebohkan masyarakat Kota Jayapura tentang adanya air surut yang disinyalir akan terjadi Tsunami adalah Hoax, menurut BMKG Maritim.

Keterangan pers dari Stasiun Meteorologi Maritim Dok II Jayapura menyebutkan ;

  1. Kondisi pasang surut air laut di wilayah Kota Jayapura saat ini sedang menuju surut
    dengan puncak surut air laut pada tanggal 03 Januari 2023 pukul 23.00 WIT dengan ketinggian mencapai 0.2 meter. Setelah itu, kondisi ketinggian muka air laut akan naik menuju puncak pada tanggal 04 Januari 2023 pukul 07.00 WIT dengan ketinggian 1.2 meter (gambar grafik).

    Sumber : www.bmkg.go.id
  2. Kondisi surut ketinggian permukaan air laut di Kota Jayapura saat ini dipengaruhi kondisi gravitasi yang mengikuti pola pasang surut air laut, sehingga kejadian surutnya air laut saat ini bukan di karenakan akibat aktivitasi dari gempa bumi.
  3. Masyarakat dihimbau untuk tidak perlu takut dan selalu waspada untuk mengantisipasi
    dampak dari gempa bumi yang terjadi dan terus memperhatikan pola pasang surut yang
    dikeluarkan BMKG.
  4. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak terpancing informasi berita palsu/hoax dari sumber-sumber yang tidak kredibel yang beredar. Ikuti kanal resmi BMKG melalui aplikasi InfoBMKG, kanal sosial media BMKG yang terverifikasi dan website resmi BMKG www.bmkg.go.id untuk mendapatkan informasi yang lebih jelas.

Penjelasan lain yang disampaikan BMKG bahwa potensi Tsunami terjadi apabila kekuatan gempa lebih dari 6,5 SR di dasar laut. Sehingga jika melihat sumber gempa yang terjadi tanggal 2 Januari kemarin, masih 4,9 SR.

Demikian juga dengan gempa susulan Selasa malam ini (3/1/2023) yang membuat sosial media ramai dengan pasien RSUD Dok 2 dievakuasi ke halaman parkir pun gempanya relatif kecil.

Sehingga isu Tsunami malam ini, jika disandingkan dengan data BMKG Maritim “memang malam ini air surut”, sehingga sekali lagi diharapkan kepada masyarakat kota Jayapura agar tidak panik berlebihan dan termakan isu hoax.

Jika mau evakuasi diri dan keluarga, pastikan kondisi rumah dalam keadaan baik agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan seperti kebakaran dan kehilangan. (*)

REDAKSI

error: Content is protected !!