Gempa Susulan ! Pasien RSUD Dok 2 Memilih Amankan Diri di Luar Gedung

Pasien RSUD Dok. 2 Jayapura - Sebagian Memilih Diamankan di Halaman Parkiran (Karena Sering Gempa Susulan Kecil) - Foto. YN/Sairerinews

SAIRERINEWS.COM – Gempa tektonik berkekuatan magnitudo 4,9 Skala Richter yang mengguncang Kota Jayapura, Papua. Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah V Jayapura mencatat gempa tektonik berkekuatan 4,9 SR terjadi pada Senin (2/1/2023) subuh pukul 03.24 WIT.

Gempa itu berlokasi di 2.58  Lintang Selatan (LS) – 140.67 Bujur Timur (BT) atau 13 kilo meter timur laut Kota Jayapura, dengan kedalaman 10 kilometer dirasakan IV MMI Kota Jayapura.

Tercatat 70’an kali gempa susulan  pasca gempa berkekuatan magnitudo 4,9 SR melanda Kota Jayapura tersebut.

Pantauan langsung di RSUD Dok 2, Selasa, 3/1/2023 malam ini, beberapa gempa susulan mengakibatkan pasien dan keluarga pasien panik beserta dengan tenaga medis di Rumah Sakit Umum (RSUD) Dok 2 Jayapura, memilih mengamankan diri (evakuasi) di luar gedung.

Tepatnya di halaman parkir, beberapa 6 bangsal pasien berjajar menghindari gempa susulan. Terpantau langsung, penjagaan pasien diluar gedung selain diawasi dokter dan perawat yang bertugas juga di bantu aparat dari Polsek Jayapura Utara yang di pimpin langsung oleh Kapolsek Jayapura Utara..

Dalam pantauan media ini, penerbangan Sentani berjalan baik dan aktifitas perekonomian di Kota Jayapura pun berjalan baik, namun beberapa gempa susulan yang masih dirasakan selang 2 sampai 3 jam.

Kepala BBMKG Wilayah V Jayapura, Yustus Rumakiek melalui rilis pers yang diterima, Senin, menjelaskan  berdasarkan hasil monitoring BMKG, hingga pukul 17.00 WIT telah terjadi 71 kali gempa susulan, delapan di antaranya dirasakan oleh masyarakat.

Lanjut dia, baik gempa bumi utama maupun susulan yang terpantau tidak berpotensi tsunami.

Dari evaluasi kejadian gempa bumi susulan per tiga jam, pola kejadian gempa bumi susulan cenderung mengalami penurunan frekuensi terjadinya.

Yustus mengimbau kepada masyarakat tidak perlu takut dengan gempa susulan. Terjadinya gempa susulan adalah proses untuk mencapai titik keseimbangan baru pasca terjadinya gempa bumi dan lazim terjadi pada gempa-gempa besar.

Masyarakat juga diharapkan tetap tenang dan tidak terpancing informasi berita palsu/hoax dari sumber-sumber yang tidak kredibel yang beredar.

“Ikuti kanal BMKG melalui aplikasi infoBMKG, kanal sosial media yang terverifikasi dan website resmi BMKG http://www.bmkg go.id untuk mendapatkan  informasi yang lebih jelas,”katanya.

Ia menambahkan, Jayapura merupakan wilayah dengan potensi kejadian gempa bumi tinggi akibat adanya subduksi Utara Papua dan patahan aktif yang melintasi wilayah Jayapura sebagai sumber gempa.(*)

TETAP WASPADA

Cindy

error: Content is protected !!