Tokoh Muda Yapen, Berikan 2 Pandangan Pikiran Kepada PJ Bupati Yapen Sebelum Bertugas

SAIRERINEWS.COM – Selaku tokoh Muda di Yapen, Benyamin Wayangkau dalam rilis beritanya menyampaikan bahwa proses pelaksanaan pembangunan dalam 10 Tahun Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati oleh Bapak Tonny Tesar dan Bapak Frans Sanadi telah usai.

Usai per tanggal 16 Oktober 2022 sesuai landasan hukumnya (TM) hari Minggu kemarin, sehingga serah terima secara Pemerintahan di Yapen di dapat di lakukan di hari Senin 17 oktober 2022 oleh Protokoler Sekretariat Daerah.

MENJELANG PILKADA 27 NOVEMBER 2024

Ada capaian – capaian yang telah di lakukan oleh kepemimpinan Tonny – Frans (TOFAN) dalam kebijakan – kebijakan Daerah, termasuk di dalamnya Infrastruktur jalan dan jembatan yang menjadi program Prioritas.

Infrastruktur, baik dari sisi Penggunaan Anggaran, Penyerapan APBD maupun dari sisi Perencanaan yang Hampir terlihat 70 %, serta Infrastruktur lain pada aspek wisata religi; seperti pembangunan Patung Tuhan Yesus di Serui Laut dan lainnya.

Namun ada juga kekurangannya dalam keterbatasan yang ada karena waktu dan lainnya. Namun menjadi catatan juga bagi saya dan khususnya Publik Yapen bahwa ada hal yang harus di lihat oleh seorang Penjabat Daerah.

Cyfrianus Mambay,S.Pd,M.Si dipilih Negara melalui menteri dalam negeri, telah dilantik sebagai PJ Bupati Yapen tertanggal 17 Oktober kemarin di Jakarta.

Catatan pikiran kepada Penjabat BupatiĀ  yang kemudian kedepan ini yakni beban Utang Daerah yang di tinggalkan yaitu :

  1. Pinjaman 250 Milyar atas nama Daerah, untuk Pembangunan Infrastruktur
  2. Utang Daerah di BULOG senilai 15 Milyar, untuk jatah Beras bagi Pegawai Negeri di Yapen.

Dua hal tersebut, patut di ingat dan di catat oleh Pemimpin yang kemudian melanjutkan tongkat Estafet Pembangunan di Yapen Kedepan ini.

Dalam Kapasitas sebagai Tokoh Pemuda di Yapen, Benyamin Wayangkau memberi Warning bahwa sah nya kepada Penjabat Daerah yang nanti bertugas, di harapkan untuk tidak sekedar masuk dan menggunakan APBD, tetapi harus opnamekan semua program organisasi perangkat daerah (OPD) terdahulu.

Selanjutnya, menurut Benyamin ;

  1. Benahi Birokrasi Pemerintahan Daerah ini, di awal dengan meminta hasil Audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Kepala Inspektorat untuk melihat OPD – OPD yang bermasalah dalam Penggelolaan Keuangan Daerah, ( OPD Nakal ) agar menjadi dasar dalam Evaluasi Kinerja,
  2. Menghitung kembali Posisi Keuangan Daerah ( KASDA) kabupaten Kepulauan Yapen, guna mengetahui pasti arus Khas ini, Hal ini Menjadi sangat penting, sebab berlinear dengan tugas – tugas operasional kepala daerah serta OPD – OPD

Lebih dari itu Berlinear langsung dengan utang Daerah yang menjadi Kewajiban untuk di Selesaikan.

Terkait dengan BULOG, Pemerintah Daerah telah berhutang sebanyak 15 Milyar terhitung sejak Tahun 2015, dan kini sudah tersisa utang 14 Milyar, setelah Pemda menyetor 1 Milyar pada BULOG Serui.

Sisakan 14 Milyar yang masih menjadi menjadi utang. Dengan demikian ini harus menjadi catatan bagi seorang Penjabat Bupati dalam melakukan tugas – tugas pokok menjalankan Proses Pemerintahan antara waktu tetapi juga karena berdasarkan kewenangan yang di berikan oleh Negara.

Tugas – tugas bagi seorang Penjabat yakni ikut mengelola pergantian di Birokrasi dan Kewenangan Budgeting dalam program kerja dua tahun ke depan, saya pikir demikian dalam rilis media saya.

Opini : Benyamin Wayangkau
“CATATAN KRITIS DALAM PELAKSANAAN PEMBANGUNAN KAB.KEPULAUAN YAPEN BAGI SANG PENJABAT BUPATI DI YAPEN”

error: Konten dilindungi !!!