Hari Pertama Proses Tim Pencarian Speed Boad 7 Penumpang Yang Hilang Kontak di Yapen

SAIRERINEWS.COM – Hari pertama proses pencarian terhadap 1 unit Speed Boad bermuatan 7 orang penumpang yang mengalami loss contact disekitar perairan Wooi distrik Wonawa oleh tim SAR Pos Serui dan KPP Biak hingga sore ini (Senin ,17/10/2022) pukul 17:00wit belum membuahkan hasil.

Sesuai dengan informasi yang beredar dan telah dikonfirmasi oleh sairerinews.com, bahwa speedboot tersebut membawa penumpang yaitu ;

  1. Moktar Raubaba (Laki-laki 34 tahun)
  2. Efrida Worabai (Perempuan 68 tahun)
  3. Herlina worabai (Perempuan 71 tahun)
  4. Ortizon Raubaba (Laki-laki 32 tahun)
  5. Alferd Heipon (Laki-laki 40 tahun)
  6. Brian Berotabui (Laki-laki 21 tahun)
  7. Gabriela Raubaba (Perempuan 12 tahun)

Diketahui Speedboat berpenumpang 7 orang ini yang merupakan rombongan keluarga Wartawan Moctar Raubaba dari media SuaraIndonesia1.co ini mengalami hilang kontak saat akan menuju kampung Miosnum distrik Yerui pada Minggu 16 Oktober 2022 .

Merespon kejadian tersebut Badan nasional pencarian dan pertolongan Kantor pencarian dan pertolongan (KPP) Biak telah mengeluarkan rencana operasi hari pertama dengan membentuk 2 tim yakni Tim Rescue KPP Biak dan Pos SAR Serui.

Koordinator Pos SAR Serui Tommy M lewerissa mengatakan dihari pertama pencarian pihaknya telah menyisir pesisir kampung-kampung mulai dari Serui sampai ujung tanjung Woka, sedangkan tim KPP Biak menyisir dari Kampung Miosnum hingga berakhir di Wooi.

” Kami ada 2 tim , Satu dari Pos SAR Serui dan tim dari KPP Biak telah melakukan penyisiran , Kami rencanakan akan bermalam di kampung Wooi untuk melanjutkan pencarian kembali esok hari” ungkap Tommy melalui ponselnya, Senin (17/10/2022).

Selain itu proses pencarian Speedboat lost contact ,Pihak pemerintah daerah melalui BPBD telah menerjunkan 1 tim ikut melakukan pencarian.

Informasi yang diterima bahwa dalam pencarian ini tim Puskesmas Wooi turut melakukan pencarian secara mandiri begitu pula pihak keluarga dan kerabat.(*)

IQI ANINAM

error: Content is protected !!