Dulu Kabupaten 3 Kilo Meter, Sekarang Ratusan Kilo Meter ! Satu Dekade Membangun Kabupaten Kepulauan Yapen

SAIRERINEWS.COM – Kabupaten Kepulauan Yapen beribu kota Serui ini sejak dulu kala sudah mendunia. Serui atau Arui-sai, yang dalam bahasa Arui berarti di atas laut, tempat yang berada di pesisir pantai atau di bagian laut.

Serui sejak dulu sudah menjadi rumah di atas laut. Karena letaknya yang strategis, kampung kecil di atas air ini mulai menjadi pelabuhan.

Pendatang dari berbagai pelosok dunia pun berdatangan.Para pendatang ini membawa berbagai macam pengetahuan, perdagangan, dan pertukaran budaya.

Serui menjadi tempat pertemuan Dr. Sam Ratulangie dan Silas Papare.

Bersama Thung Jing Ek dan warga Serui lainnya, mereka berjuang mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kini, dua putra daerah, Tonny Tesar dan Frans Sanadi memilih untuk meneruskan perjuangan pendiri bangsa dan membangun kepulauan Yapen menjadi daerah nyaman, maju dan sejahtera.

Kabupaten Kepulauan Yapen yang berdiri pada 1969 ini telah melahirkan banyak manusia pintar dan sukses, namun daerahnya masih terisolasi.

Kabupaten ini sempat dijuluki “Kota 3 Kilometer” karena pembangunannya stagnan berpuluh-puluh tahun.

Namun, sejak kepemimpinan Tonny Tesar dan Frans Sanadi (2012-2022), sebuah perubahan tengah hadir di Kabupaten Kepulauan Yapen.

Daerah yang dulu terisolasi dan gelap itu kini telah memiliki akses yang terbuka dan terang.

Bandara, stadion, olah raga, listrik, air bersih, puluhan dermaga, jembatan, dan jalan darat trans lingkar Yapen membentang sepanjang 252 kilometer.

 

Jalan ini menghubungkan semua yang berjarak. Seluruh jarak distrik, jarak kampung di kepulauan Yapen kini telah terhubung dengan baik.

Jalan yang berlubang dan menjadi tempat berkubang kini rata berwarna hitam.

Pertumbuhan ekonomi masyarakat mulai menggeliat. Mama-mama gembira di atas mobil angkutan yang membawa hasil panennya ke pasar.

Masyarakat bisa membawa hasil tanamannya ke pasar kota Serui kapan saja, siang dan malam. Mereka tak lagi susah menjangkau kota yang menjanjikan laba.

Gerak aktivitas masyarakat Kepulauan Yapen kini lebih mudah, cepat, dan murah. Pelayanan kesehatan diakses kapan pun.

Rumah sakit dan puskesmas dibangun dengan megah dilengkapi fasilitas peralatan yang lengkap dan dokter spesialis.

Listrik menjangkau pelosok, walau belum rampung di semua kampung namun perlahan menyebarkan cahaya harapan.

Jaringan telepon dan akses internet membuat jarak tak lagi menjadi penghalang berniaga dan melepas rindu.

Rumah- rumah penduduk, puluhan gereja dan masjid juga dibangun.

Komitmen diri Tonny Tesar dan Frans Sanadi untuk memajukan tanah kelahiran itu bukan berarti tidak ada tantangan yang menghadang dan risiko yang mengancam.

Apalagi, dia seorang peranakan Cina Serui yang dianggap “berdarah kotor Papua” sering dijadikan amunisi konflik saat pilkada.

Namun, segala konflik yang mengeras dan membelah akibat identitas politik itu bisa ia lunakkan dan satukan dengan cinta kasih yang terpancar dari hatinya.

Ia mencintai tanah kelahirannya dan seluruh masyarakatnya tanpa memandang ras dan menimbang kelas sosial.

Kasihnya tulus. Komitmen untuk membangun juga sangat kuat dalam kepemimpinannya. Sehingga dalam rentang sepuluh tahun kepemimpinan, Tonny Tesar dan Frans sanadi berhasil membawa Kepulauan Yapen lepas landas dari Keterisolasian menuju keterbukaan.

Kini, kepemimpinan mereka harus berlalu bersama waktu. Rakyat Kabupaten Kepulauan Yapen akan mengenang mereka selalu.

Hasil karya mereka menjadi monumen abadi di pulau Yapen ini.

Terimakasih bapak Tonny Tesar dan bapak Frans Sanadi.

Selamat mengakhiri masa jabatan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Yapen 2012-2022.

Sumber : AYU ARMAN
Channel YouTube : Ayu Arman

error: Content is protected !!