Pasca Kenaikan Harga BBM, KNPI Yapen Minta Pemda Bentuk Tim Terpadu 

Situasi Antrian BBM di SPBU Serui - Foto : Sat Intel Polres Yapen bersama Lantas (Senin,5/9/2022)

SAIRERINEWS.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan kenaikan harga BBM bersubsidi. Harga Pertalite naik dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10 ribu per liter (harga BBM naik). Selain harga BBM Pertalite, ada kenaikan Solar bersubsidi dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter, dan Pertamax non-subsidi dari Rp 12.500 per liter menjadi Rp 14.500 per liter yang berlaku sejak Sabtu, 3 September 2022 pukul 14.30 WIB.

Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) kabupaten Kepulauan Yapen menyikapi kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang telah diumumkan oleh pemerintah pusat, meminta kepada pemerintah daerah kabupaten Kepulauan Yapen agar membentuk tim terpadu, guna normalitas kebutuhan masyarakat Yapen pasca kenaikan BBM.

MENJELANG PILKADA 27 NOVEMBER 2024
Ketua DPD KNPI Yapen Ebson Sembai & Ketua DPP KNPI Haris Pertama

Ketua KNPI Ebson Sembai,AMd.PI meminta pemerintah melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Polres Yapen, TNI/Kodim serta dinas-dinas teknis lainnya dapat bekerjasama dalam satu tim, yaitu tim terpadu.

“Kami pemuda meminta Pemerintah Daerah dan DPRD Yapen untuk sedianya membentuk tim terpadu. Artinya tim ini dapat bertugas secara berkesinambungan dari menjaga objek vital SPBU dari masalah oknum-oknum penyedot BBM, stabilitas harga Ojek dan Taxi, Transportasi laut dan juga harga sembako” tutur Ebson.

KNPI juga mengharapkan cekatan dari dinas-dinas terkait untuk menetapkan harga ojek, harga taxi, karena jika tidak cepat maka penjual atau pelaku bisnis umumnya sering naikan secara sepihak tanpa terkontrol.

“Jangan tunggu penjual atau pelaku bisnis naik kan harga, baru dinas-dinas tertipkan ! itu hanya membuat perdebatan aksi reaksi, mending dinas terkait memanggil para pelaku baik ojek/supir dalam komunitas nya untuk menetapkan harga bersama agar diterima juga bersama” pinta Ketua DPD KNPI Yapen.

Senada dengan itu, Mark Imbiri juga menambahkan agar tim terpadu ini ada biaya operasional untuk setiap petugas lapangan dapat menjalankan tugasnya.

“Saran kami pemuda, harus memberikan biaya kepada tim terpadu ini agar fungsi kontrol masyarakat bersama tim terpadu ini berjalan dengan baik. SPBU harus ada pos/stand jaga supaya petugas bisa duduk dengan baik, ada makan minum bagi mereka supaya pengawasan berjalan dengan baik setiap hari dari oknum-oknum yang memanfaatkan kenaikan ini untuk menimbun BBM” saran Mark, Senin 5/9/2022.

“Kami juga sarankan dinas terkait segera memanggil dan bertemu komunitas ojek, supir taxi Serui-Dawai, Serui – Utara, Serui – Kosiwo, Angkaisera dan lain-lain, juga speedboot penumpang laut Serui-Dawai, Serui – Ansus dan sebagainya untuk bersama sepakati harga/tarif bersama” tutup Imbiri yang juga pengurus DPD KNPI Yapen versi Haris Pertama (*)

Editor : Iqi Aninam

error: Konten dilindungi !!!