10 Poin Aspirasi Demo Diantar ke DPRD dan Kejaksaan Serui

Spontanitas Masyarakat Peduli Demokrasi Kabupaten Kepulauan Yapen, saat menggelar aksinya di Halaman DPRD Yapen (Senin, 29/8/2022) - Foto Istimewa

SAIRERINEWS.COM – Spontanitas Masyarakat Peduli Demokrasi kabupaten Kepulauan Yapen mengantar 10 poin aspirasi kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Kejaksaan Negeri Serui, Senin 29/8/2022.

Kurang lebih 300 orang dalam masa pendemo mengantar aspirasi mereka dan diterima oleh ketua DPRD Yohanes Raubaba didampingi anggota lainnya.

MENJELANG PILKADA 27 NOVEMBER 2024

Poin aspirasi yang menjadi tuntutan kelompok pendemo berjalan aman dan lancar sesuai surat izin dan ketentuan undang-undang no 9 tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum.

 

Kurang lebih rangkuman yang dihimpun ialah sebagai berikut ;

  1. Menanyakan dokumen surat keputusan (SK) salinan dan petikan Menteri Dalam Negeri no. 131.91-8149 dan 131.91-8150 tertanggal 4 Oktober 2017.
  2. Menanyakan Ijazah Bupati Kabupaten Kepulauan Yapen
  3. Menanyakan keterlambatan pembayaran tunjangan kerja dan tunjangan tambahan penghasilan PNS 50% sesuai Permenkeu RI no. 16 Tahun 2022
  4. Menanyakan status mantan Sekda Yapen
  5. Meminta DPRD segera mengeluarkan fungsi kontrol Anggaran TAPD Tahun 2021-2022
  6. Menanyakan proses pengangkatan Sekda tahun 2022 berdasarkan SK Bupati 821-2-013/KY/2020
  7. Menanyakan Tanah Pembangunan HATCHERY dan Wisata Manabai, Menara Pandang Sarawandori
  8. Meminta DPRD menanyakan pajak kendaraan Truk Hino
  9. Meminta DPRD menanyakan pajak galian C di kampung Mantembu dan Anotaurei
  10. Menanyakan Ijazah Sarjana Guru SD sebanyak 264 orang tahun 2015

Poin aspirasi ini telah beredar dan telah diketahui oleh pihak-pihak yang ditujukan dalam isi poin aspirasi beberapa hari lalu. Kelompok pendemo rencana awal menggelar aksi tanggal 22 Agustus, namun karena ada kegiatan musyawarah daerah (MUSDA) GPdI di Serui, akhirnya diundurkan hingga hari Senin tadi baru digelar aksinya.

Setelah melakukan aksi demontrasi di halaman kantor DPRD, selanjutnya massa yang diakomodir oleh Jhono Arampayai, Nehemia Mambuai dan Yustus Awaki selanjutnya menuju Kejaksaan Negeri Kabupaten Kepulauan Yapen, hingga bubar dengan aman (*)

Editor : Iqi Aninam

error: Konten dilindungi !!!