6.400 Tifa Sambut Hari Masyarakat Adat Internasional dan HUT RI, Biak Cetak Rekor MURI

Biak (SAIRERINEWS.COM) – Hari Masyarakat Adat Internasional 9 Agutus dirayakan di Kabupaten Biak Numfor dengan Parade menabuh Tifa sebanyak 6.400 tifa yang dilaksanakan juga menyambut semarak Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-77 mendapat catatan khusus dari Museum Rekor Indonesia (MURI), Selasa (09/10/2022).

Parade dengan melibatkan 6.400 orang menabuh tifa itu ditandai dengan penyerahan sertifikat rekor MURI oleh Direktur Operasional MURI, Yusuf Ngadri kepada Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap, S.Si.,M.Pd., di Hanggar Lanud Manuhua.

Penyerahan rekor MURI itu dilakukan bersamaan dengan pembukaan pameran pembangunan dan UMKM beserta peringatan Hari Masyarakat Adat Sedunia. Penyerahan rekor MURI itu disaksikan langsung ribuan masyarakat dan jajaran undangan yang hadir, baik dari perwakilan pemerintah pusat, pemerintah provinsi maupun dari Kabupaten Biak Numfor sendiri.

Bupati Herry Ario Naap, S.Si.,M.,Pd mengatakan, Tifa karya budaya yang sudah bertransformasi menjadi simbol jati diri, memberi identitas dan memperkuat relasi masyarakat di Papua yang terbuat dari kayu.” Ucap Bupati dalam sambutannya

Tifa merupakan hasil karya seni yang ekspresif hingga kini digunakan sebagai pengiring tarian dan nyanyian, serta proses ritual yang sakral oleh masyarakat Papua dan khususnya masyarakat Biak Numfor.

“Melalui parade hari ini akan membangkit semangat bersama dalam melestarikan budaya sebagai kearifan lokal,” kata Bupati yang sebelumnya juga melepas parade menabuh tifa di Lapangan Gelanggang Cenderawasih sebelum finish di Hanggar Lanud Mahuhua.

“Hari ini kami berterima kasih diiizinkan menyaksikan penabuhan tifa oleh peserta sebanyak 6.400 peserta, oleh karena itu MURI Indonesia mencatat sebagai rekor dunia MURI. Terima kasih kepada para pemilik tifa yakni masyarakat Biak Numfor,” lanjut Bupati dalam rilis Humas.

Bupati dalam kesempatan itu juga menyampaikan, bahwa parade menabuh tifa akan dijadikan agenda rutin setiap tahun dan diupayakan akan terus ditingkatkan jumlah pesertanya.

“Hari ini kami berterima kasih diiizinkan menyaksikan penabuhan tifa oleh peserta sebanyak 6.400 peserta, oleh karena itu MURI Indonesia mencatat sebagai rekor dunia MURI. Terima kasih kepada para pemilik tifa yakni masyarakat Biak Numfor,” lanjut Bupati.

“Kedepan upaya-upaya pelestarian budaya atau kearifan lokal dan akan menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Biak Numfor. Khusus untuk parade menabuh tifa diupayakan peserta akan lebih banyak lagi tahun 2023 mendatang,” tandasnya.

Parade yang melibatkan langsung menabuh tifa terdiri dari masyarakat umum, anak-anak sekolah, perguruan tinggi dan segenap komponan masyarakat lainnya termasuk dari semua instansi pemerintah, baik instansi pemerintah ataupun swasta.

(Melan Sroyer – Dok.Humas Pro Biak)

error: Content is protected !!