DOB 3 Provinsi Papua “Gool” Tapi Hanya 1 Orang Papua yang Memenuhi Syarat Penjabat Gubernur !

Jayapura – Usai sudah ‘kata’ dukung DOB dan tolak DOB yang kerap kali bergulir dimasyarakat Papua. Banyak aksi dan reaksi oleh masyarakat Papua menyikapi Daerah Otonomi Baru (DOB) pemekaran Provinsi.

Aksi turun jalan sebagai penolakan DOB, aksi dukung DOB juga datang silih berganti. Hal itu telah usai ditanggal 25 Juli 2022, pasalnya Presiden Joko Widodo telah mengesahkan Tahapan pemekaran 3 provinsi baru di Papua semakin lengkap.

Semakin lengkap setelah pengesahan Undang-undang tentang pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) dan kepastian lokasi ibu kota. Kini pemerintah pusat sedang menyiapkan calon pengisi penjabat gubernur di 3 provinsi baru tersebut.

Syarat untuk bisa menjadi Penjabat Gubernur di 3 provinsi baru ini menurut Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), John Wempi Wetipo, pejabat yang berhak menjadi Penjabat Gubenrur di 3 provinsi baru itu merupakan pejabat eselon I Kementerian.

Hal itu meliputi, Sekretaris Jenderal, Direktur Jenderal, Inspektur Jenderal, Kepala Badan, Staf Ahli Menteri, dan jabatan lain yang merupakan jabatan pimpinan tinggi (JPT) madya.

“Yang jelas pejabat yang menduduki eselon I Kementrian,” terang Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) John Wempi Wetipo (JWW) kepada wartawan di Merauke, Sabtu (30/7/2022) kepada sejumlah awak media.

Lanjut JWW menjelaskan, saat ini hanya ada 1 pejabat Orang Asli Papua (OAP) yang sudah memenuhi syarat sebagai eselon I di pemerintah pusat yaitu Velix Wanggai.

Oleh karena itu, Penjabat Gubernur di 3 provinsi baru di Papua tersebut tetap akan diisi oleh pejabat eselon I dari Kementrian sampai dengan dilantiknya gubernur definitif.

Keberadaan Penjabat Gebernur nantinya untuk meletakkan vondasi yang kuat bagi Provinsi Papua Selatan (PPS), Provinsi Papua Tengah, dan Provinsi Papua Pegunungan Tengah.

“Mereka harus meletakkan vondasi yang kuat biar nantinya berjalan lebih bagus. Penjabat eselon I OAP hari ini hanya satu, pak Velix Wanggai. Selain itu tidak ada. Sekarang kita tidak bisa paksanakan yang tidak ada menjadi ada,” tegas JWW.

Ditanya oleh wartawan, akankah Sekda Provinsi Papua menjadi Penjabat Gubernur DOB Papua, Wamendagri mengungkapkan, Sekda Papua saat ini merupakan pejabat eselon II, sehingga secara aturan belum memenuhi persyaratan, tutupnya.

Velix Wanggai yang bernama lengkap Velix Vernando Wanggai (kelahiran di Jayapura, Papua, 16 Februari 1962) berbakat hubungan internasional dan politisi Indonesia. Dia resmi dinaikkan menjadi Staf Khusus Presiden pada 20 November 2009. Dia dipercaya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menjadi staf khusus yang bekerja membantu memberi masukan pada presiden tentang hal-hal yang bertalian dengan pembangunan kawasan dan otonomi kawasan di Indonesia.

Sebelumnya, Velix berkarir sebagai Staf Perencana pada Direktorat Kawasan Khusus dan Kawasan Tertinggal, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).*

error: Content is protected !!