Budaya  

SERUI ! Asal Usul Batu Hantu (BATU REWOI) di Wijonde-Kabuaena

CERITA PONDOK PINANG

Pada zaman dahulu disebuah kampung yang bernama Wijonde (sekarang Kabuaena), Serui (kabupaten Kepulauan Yapen) terjadinya suatu peristiwa yang disebut dengan batu hantu.

Kenapa bisa ada batu hantu ?, menurut cerita dokumentasi dari bapak almarhum Maikel Nuntian, ketika hantu melihat barang pusaka dari kelurga besar keret Nuntian, disitulah hantu itu tertarik atau ingin dengan harta mereka.

Hantu ini biasa jalan menuju keret Nuntian, untuk mengambil barang berharga mereka, hantu ini mulai berjalan menyurusi pante Amorita untuk mengambil harta pusaka dari keret Nuntian.

Harta yang ingin diambil hantu Rewoi berupa manik-manik dalam bahasa  asli kampung Wijonde disebut Sirokuru. Setelah mengambil barang pusaka tersebut hantu itu ingin kembali ke tempatnya, namun hantu tersebut mengalami nasip sial yaitu sebelum sampai ketempatnya matahari sudah terbit (fajar menyingsing di pagi hari).

Hantu yang tidak bisa terkena sinar matahari, terpakasa berjalan ke satu tanjung yaitu tanjung Neniap. Sampai di tanjung Neniap, hantu merasa tidak aman juga untuk bersembunyi sesuai alamnya.

Kaboena-Serui (foto istimewa)

Akhirnya  hantu tersebut kembali ketempat semula dimana awalnya dia mengambil manik-manik itu, karena sudah tidak ada jalan lagi akhirnya hantu tersebut memutaskan mengambil jalan tengah yaitu  hantu itu marah dan menendang atau memutuskan satu tanjung dan akhirnya tanjung yang tadi panjang itu terputus menjadi dua bagian.

Dan ditengah- tengah kedua tanjung itu, terdapat cela dan disitulah hantu keluar dari kedua tanjung itu. Hari sudah siang hantu itu sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi, akhirnya hantu memilih duduk ditengah kedua tanjung itu dan jadi batu.

Dalam bahasa asli kampung Wijonde batu hantu disebut ‘Toramane Rewoa Mije’ yang diartikan dalam bahasa indonesia yaitu batu Rewoi yang artinya Arus. Dan tanjung yang terputus menjadi dua tanjung yang satunya bernama tanjung Manakai dan tanjung Babo.

Bagi penduduk Serui, biasanya melintas daerah ini, yaitu penduduk Wijonde, Ambai, Saweru, Randawaya dan perahu-perahu arah Dawai Yapen Timur.

(Mark Imbiri)

error: Content is protected !!