Toleransi ! Suksesnya Sidang Sinode GKI di Waropen, Turut Andil Umat Muslim

Umat Muslim, turut menyambut Obor GKI sebagai bentuk Toleransi di Waropen

SAIRERI NEWS, Waropen,- Terlaksananya sidang sinode gereja kristen injili di Tanah Papua ke- 18 di Kabupaten Waropen, 18 – 24 Juli 2022, kemarin. Tidak lepas keterlibatan dari semua pihak ,bukan hanya umat Kristen yang ikut ambil bagian langsung , ternyata dibalik terselenggaranya pesta iman terbesar di Papua ini, Umat Islam di negeri sejuta bakau turut serta.

Toleransi ini ditunjukan dengan mendukung penuh pelaksanaan sidang sinode.
Bukan hanya memberi dukungan secara moril , mereka pun ikut membantu menyediakan air mineral di beberapa titik posko mulai dari penyambutan obor sinode hingga hari pelaksanaan sidang.

MENJELANG PILKADA 27 NOVEMBER 2024

“Dukungan yang kami berikan di setiap titik di Waropen, kami memasang setiap posko serta ketersedian bahan makanan guna membantu pelayanan terhadap sidang yang berlangsung dari tanggal 18-24 Juli 2022” ucap Syamsidar saat diwawancara Sairerinews.com ,sabtu(24/7/2024) kemarin di Waropen.

Syamsidar, bidang komunikasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) kabupaten Waropen ini mangatakan guna ikut menyukseskan sidang sinode XVIII sebelumnya telah mengumpulkan pengurus MUI serta Ormas-ormas Islam dan beberapa kerukunan Islam untuk rapat bersama dan menyepakati pendirian posko di beberapa titik yaitu di Waren, Paradoi, Batu Papan dan Nonomi.

Umat Muslim, turut menyambut Obor GKI sebagai bentuk Toleransi di Waropen

” Kami turut terlibat mulai dari penjemputan obor Sinode sampai prosesi pelaksanaan kegiatan dan kami suport 200 air mineral serta bahan makanan demi sukseskan sidang” ujar pria yang juga kepala Dinas Pertanian dan Peternakan kabupaten Waropen.

Menurutnya keterlibatan umat muslim di kabupaten Waropen ini merupakan bentuk toleransi umat beragama dan menjaga kebersamaan sesama umat Tuhan , Apalagi dampak dari pelaksanaan sidang sinode dirasakan sebagian besar umat muslim di kabupaten ini yang bergerak dibidang ekonomi .

“Pihak yang merasakan dampak ekonomi itu sebagian besar adalah kita karena dengan kedatangan peserta dan ribuan pengunjung ditempat ini bisa mengangkat ekonomi kita”ungkap Syamsidar.

Editor: Iqhi Aninam

error: Konten dilindungi !!!