Asal Usul Marga IMBIRI

0
220

Asalnya dari Kerajaan NUP (satu kerajaan kuno yang telah tenggelam di teluk Cendrawasih) yang disebut juga KEFIMBAI.

Aslinya adalah IMBIR. Marga ini mempunyai 3 mata panah sebagai penguasa pada kerajaan itu, yaitu NUPORI, UNOO dan PAINFA artinya MANUSIA, HEWAN dan SENJATA (Manusia, Anjing dan Tombak)

Ke 3 mata panah ini berpisah saat kerajaan itu tenggelam dan membentuk 2 pulau yaitu Biak dan Yapen (Serui).

Peradaban berikutnya, marga IMBIR ini keluar dari tanah adat SOWEK (kabupaten Supiori). Bagi orang Saireri (Biak, Yapen, Waropen, Mamberamo, Napan, Wasior) sebutan “I” (huruf i ) selalu menunjukan sesuatu objek.

Oleh karena itu, terjadi pengulangan sebutan yang di ucap setiap melihat/menunjuk orang IMBIR dengan sebutan IMBIR’i (itu orang IMBIR) akhirnya menjadi kebiasaan menjadi IMBIRI.

Persaingan hidup, bencana alam, perubahan alam membuat peradaban berikutnya adalah marga IMBIRI ini muncul dari gunung DOM (satu gunung di dataran Waropen).

Marga ini sebagai penguasa atau Rumah Besar yang terdiri dari 3 kamar yaitu IMBIRI, DONGGORI dan SENGGOKO.

Marga ini keluar dari Kali/Sungai SENGGOGA (satu sungai yang melintasi kab. Waropen & kab. Mamberamo Raya).

Marga ini mempunyai 2 SERA (Tuan/Laki) dan 1 MOSABA (Nyonyi/Perempuan), yaitu Sera Nofatiri, Mosaba Somaruri dan Sera Nupori.

Ke 3 orang ini menjelajah dataran Waropen, pesisir Nabire, hingga pesisir Wasior.

Sera Nofatiri mengutus adiknya Sera Nupori untuk pergi ke daerah Waropen bawah (Waren, Urfas, Paradoi dan Nubuai). Seiring waktu berjalan sang kaka Sera Nofatiri merindukan adik nya Sera Nupori, sesuai perjanjian (ikat tali/kalender alam) maka mereka bertemu.

Namun sayang, pertemuan adik kaka itu bersamaan dengan bencana banjir (air bah). Sera Nofatiri dan Mosaba Somaruri ingin menolong sang adik Sera Nupori, bambu di bentang tak dapat menolong juga.

Sang Kaka, Mosaba Somaruri mempunyai rambut yang super panjang. Mosaba Somaruri membuka rambutnya bagaikan tali dan di lempar pun sama, tak dapat menolong Sera Nupori.

Sera Nupori pun hanyut terbawah banjir, entah ke kepulauan Pulau Ambai, Teluk Ampimoi/Randawaya, Dawai, Serui laut/Arui, Nau, Ansus dan lain-lain, karena ada kisah temuan manusia raksasa yang di sebut ANG’KAI’SERA oleh suku Onate di Yapen, kurang lebih artinya adalah ada orang laki-laki dari suku KAI.

Perjalan Sera Nupori ini membuat daerah Waropen Bawah hingga pulau pulau di Yapen, daerah tersebut di sebut NUSA NUPORI.

Tindakan sang Kaka Mosaba Somaruri yang ingin menolong Sera Nupori, membuat Mosaba Somaruri pun terseret banjir/air bah.
Rambut panjangnya itu tersangkut sangkut di pohon bakau, bambu dll, membuat Mosaba Somaruri pun mati dan menjadikan daerah Waropen Tengah (Dusun Wonti, Koweda hingga Sauri Sirami) mengenang nya sebagai moyang.

Sang Kaka Sera Novatiri pun merasa bersalah karena mengutus adiknya (Sera Nupori) terlalu jauh dari Rumah Senggoga yang membuat adiknya tidak kembali dan hanyut ke mana mana. Kesesalan itu membuatnya kembali ke Gunung Tonater dan Gunung Doom, entah tau keberadaan nya lagi.
Cerita ini saya dapat dari berbagai sumber cerita dan juga “ada” beberapa alat/benda/fosil/simbol budaya, temuan-temuan lainnya yang mempunyai korelasi (keterkaitan) dengan cerita ini.

MITOS : Tidak
NYATA : Mungkin

Tanda-tanda itu adalah : Gunung Dom dan Gunung Tonater “ada” Karang, Pasir Laut, dinding batu ada ukiran, pohon kelapa, gelang Sarak dll….mirip benda budaya, simbol budaya dari Sowek.

Rambut tersangkut di pohon bakau, ya ada serabut seperti rambut yang masih melekat di pepohonan bakau. (Terdapat di Waropen Tengah/Masirei) yang masih di jaga oleh Hantu Sefaser.

Temuan foto2 bawah laut di kawasan teluk Cendrawasih yang mirip struktur Kerajaan pun pernah di temukan. Kekayaan bawah laut Teluk Cendrawasih pun kaya bagaikan kekayaan Kerajaan.

IMBIRI adalah HIDUP
IMBIRI adalah SEJARAH

Tergantung kita menjaganya seperti RUMAH untuk kita hidup dari masa ke masa. Soal siapa yang kaka dan siapa yang adik, hal tersebut sangatlah krisis untuk di selamatkan, karena tete dorang sebagian besar sudah meninggal karena Alam, Bencana Alam, Sihir dan Perang.

Peradaban ke berapa dan ke berapa, kita tidak tau hal itu.
Inilah Marga IMBIRI
IMBIRI : Waropen Atas
IMBIRI : Waropen Tengah / Masirei
IMBIRI : Waropen Bawah
IMBIRI : Kepulauan Ambai
IMBIRI : Dawai, Randawaya
IMBIRI : Menawi, Serui laut
IMBIRI : Yapen Barat
IMBIRI : Wapoga, Kamarsano, Pulau Mor, Mambor, Napan dll
IMBIR : Sowek
IMBIR : Raja Ampat
IMBIR dari Rumah RUMWAROPEN dll
IMBIRI dari pekawinan lain atau pemberian Harkat.
TAN
TAN IMBIRI

Ini pengetahuan yang saya tau !
Maaf jika ada kekeliruan, Kitorang semua bersaudara !

Penulis : Mark Imbiri

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini