INDAHNYA TOLERANSI ISLAM DAN KRISTEN DI WAROPEN, SAAT IDUL ADHA

Inilah Wujud Nyata Toleransi Umat Beragama di Papua
Jamaah Muslim Salat Ied di Lokasi Pelaksanaan Sidang Sinode Gereja Kristen Injili di Tanah Papua
WAROPEN – Pelaksanaan salat Idul Adha 1433 H di Kabupaten Waropen dilaksanakan di dua titik yang berbeda. Yakni di lokasi reklamasi pantai Sarafambai, dan juga Masjid Al Muhajirin SP5, Minggu (10/7).
Uniknya pelaksanaan di titik Pantai Wisata Kampung Sarafambai ini, sejatinya disiapkan untuk pelaksanaan Sidang Sinode GKI ke 18 yang rencanana baru akan dimulai pada tanggal 18 Juli 2022 mendatang. Persiapan untuk pembangunan dan kebutuhan sarana prasarana pun sudah dilakukan sejak 2 tahun terakhir ini untuk lokasi tersebut.
Namun terlihat, hampir seribuan jamaah muslim melaksanakan salat Ied di lokasi Pantai Wisata Sarafambai ini. Umat muslim yang melaksanakan salat Idul Adha di sini juga tak risau dan khawatir meski hujan sedikit membasahi, namun lokasi ini sudah terlindung oleh atap.
Tentu saja pemandangan ini menjadi wujud nyata dari bentuk toleransi antar umat beragama di Kabupaten Waropen terjalin cukup erat. Hari Minggu menjadi hari yang sangat Sakral bagi umat Nasrani, namun hari itu juga bertepatan dengan hari Raya Idul Adha 1433 H.
Pelaksanaan salat Idul Adha 1433 H di Kabupaten Waropen dilaksanakan di dua titik yang berbeda. Yakni di lokasi reklamasi pantai Sarafambai, Minggu (10/7).
Pantai Wisata Sarafambai adalah cikal bakal lokasi pelaksanaan Pembukaan Sidang Sinode GKI ke-18, namun umat Nasrani berbesar hati memberikan tempat, dan tidak hanya itu, juga memberikan sarana sound system untuk melancarkan kegiatan dimaksud.
Hal itu dibenarkan oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Waropen yang juga selaku Anggota Komisi Antar Umat Beragama MUI Kabupaten Waropen Syamsidar Suweni, SP, M.Si.
Pihaknya selaku Majel memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Waropen, Bupati Waropen Yermias Bisai, SH yang juga selaku Ketua Panitia Sidang Sinode ke-18, Kepala Distrik, Kampung, dan Tetua Adat di Kampung Sarafambai, karena diberikan izin untuk melaksanakan salat Ied di lokasi tersebut, tanpa mengurangi nilai dan norma keagamaan masing-masing.
“Sejatinya nanti diresmikan dengan ibadah secara Nasrani, namun, kita dipersilahkan melaksanakan salat Ied, kita laksanakan sangat terharu dan bangga, ini bentuk toleransi antar umat beragama di Waropen. Sekian lama persiapan arena ini, namun karena kebutuhan salat Ied untuk umat Islam, sound system pun dipakai saudara kita dari Nasrani. Inilah barometer dari toleransi antar umat beragama dan itu ada di Waropen,” pungkasnya.
Sementara di tempat yang berbeda Kapolres Waropen AKBP Naharuddin S.Sos mengatakan pelaksanaan salat Ied di dua lokasi yang berbeda berlangsung denga naman. Tidak hanya lokasi pelaksanaan salat Ied, tapi juga lokasi pemotongan hewan kurban, juga menjadi sasaran pengamanan.
(Humas PEMDA Waropen/NokenLive)
error: Content is protected !!